Blog, Fashion, History of Fashion, News, Replica Watches, review watches, Rolex Replica

Akankah Jam Mekanik Punah?

Salah satu fenomena unik yang mungkin selalu jadi bahan perbincangan yang tidak ada hentinya adalah, kapankah mechanical watch punah ? atau mungkin pertanyaan yang paling tepat adalah akankah mechanical watch punah ? Salah satu indikator yang paling mengkompori pertanyaan satu ini adalah karena sampai saat ini, belum ada perubahan atau perkembangan apapun dari segi teknologi terhadap jam tangan mechanical.

mechanical manual, atau mechanical automatic, yang artinya semuanya bersifat serba mesin, tanpa bantuan baterai atau komponen sirkuit tertentu. Hal ini dikarenakan pada jaman dahulu di abad 18-19 belum adanya teknologi yang mapai untuk menciptakan sebuah jam tangan quartz. Baru sekitar tahun 1920-an jam tangan quartz berhasil diciptakan dan mulai dijual secara massal yang dipelopori tak lain oleh salah satu raksaksa asia terbasar, yaitu Casio.

Tetapi buktinya, sampai sekarang jam tangan mechanical masih banyak diminati oleh sebagian besar orang, khususnya laki-laki. Tetapi sampai saat ini, secara garis besar jam tangan mechanical masih belum dikembangkan secara teknologi khususnya. Sebagai buktinya, bukan merupakan rahasia umum apabila jam tangan mechanical yang sudah pasti memiliki harga yang mahal justru tidak seakurat dengan jam tangan quartz biasa, terlebih lagi biaya maintenance atau perbaikan apabila mechanical watch rusak sangatlah mahal apabila dibandingkan dengan quartz watch.

Mungkin inovasi terkini atau bahkan satu-satunya di abad ke 21, tepatnya pada tahun 2005 mengenai teknologi dari mechanical watch datang dari Seiko. Pada tahun 2005 Seiko menciptakan teknologi khusus, yang diberi nama dengan spring drive. Singkatnya, Spring Drive adalah sebuah konsep mesin mechanical yang dipadukan dengan quartz crystals oscillating. Sehingga perkawinan antara quartz dengan konsep movement menchanical dapat memberikan keakuratan perhitungan detik dari mesin ini sediri yang diklaim hanya berubah +-1 sekon dalam sebulan. Spring drive berusaha menjaga cita rasa dari jam tangan mechanical dengan menghilangkan kelemahan dari jam tangan mechanical itu sendiri.

Kembali ke pertanyaan awal kita semua, akankah mechanical watch punah ? Mungkin jawaban yang paling memuaskan dan dapat dipertanggung jawabkan adalah, tidak, mechanical watch tidak akan punah. Tetapi akankah mechanical watch atau jam tangan mechanical akan kekurangan pasarnya ? ya, betul, seperti yang sudah kami bahas di artikel smart watch vs luxury watch, memang pasar mechanical watch akan semakin berkurang, tetapi bukan berarti pasar mechanical watch akan punah. Mungkin analogi yang paling sempurna untuk menggambarkan keadaan ini adalah, penggemar jam tangan sejati mungkin lebih menyukai jam yang “kurang sempurna.”

Dibalik beberapa kerepotan jam tangan mechanical sendiri, justru disitulah seni dari merawat jam tangan mechanical. Apalagi sudah pasti, untuk luxury watch sendiri yang berasal dari swiss-made semuanya bersifat mechanical watch. Rotor yang terlihat memutar 360 derajat dan mainspring yang terus berdetak, mungkin menjadi suatu seni atau kepuasan sendiri dan diibaratkan menjadi jantung dari jam tangan mechanical. Berbeda dengan jam tangan quartz yang semuanya serba elektronik/baterai, mungkin seni dari mechanical watch sendiri tidak akan punah karena keotentikan dari sejarah dan seni yang tersimpan sejak dahulu kala. Terlebih lagi, di kalangan pengguna jam tangan, mechanical watch pasti cenderung untuk mendapatkan a nod dari para watch geek apabila dibandingkan dengan quartz watch.